Beberapa bulan ini saya merasakan udara di Kota Surakarta bertambah panas, di pagi hari sekitar pukul 8 saja panas seperti tidak mau mengalah untuk exist pdahal jam2 segitu adalah jam yang sehat untuk sedikit berjemur mnyerap vitamin D tapi entahlah yang ada entar malah jadi gosong kulit hehe,belum siang harinya mungkin panas sangat menyengat seperti di gurun membuat saya terpaksa berkendara motor untuk ke kampus.Tetapi saya lebih suka berjalan kaki untuk menghemat energi minyak bumi yg jumlahnya terbatas dan mahal saat ini.Saya berpikir mungkin panas matahari adalah "mbahnya" sumber energi, ya karena percaya atau tidak minyak bumi jika dirunut runut juga berasal dari matahari...
Untuk itu sumber energi yang berlimpah dan terkadang membuat saya tidak nyaman ketika AC kelas mati ini sangat minim dimanfaatkan oleh penduduk di Indonesia khususnya Surakarta.Kita cuma bisa bergantung kepada pemerintah untuk menyuplai kebutuhan listrik di rumah.Padahal sekarang tersedia teknologi yang dapat memanfatkan "mbahnya" sumber energi ini.Teknologi ini dapat diterapkan sebagai sumber energi baru yang ramah lingkungan
Kalau di rumah kita hanya memanfaatkan sumber energi ini dengan mngeringkan atau menjemur cucian,marilah kita sedikit lebih maju dan cerdas dengan berinovasi untuk dapat memaksimalkan sumber panas yang jatuh di rumah kita.Salah satunya adalah penerapan seperangkat fasilitas penyuplai energi terbarukan di hunian,untuk memenuhi atau setidaknya dapat menghemat tagihan listrik.Kalau di Luar negeri Teknologi inovasi tersebut,saat ini lebih dikenal dengan "Building Integrated Photovoltic" (BIPV),yang sudah sepenuhnya energi berasal dari matahari .
Secara prinsip inovasi ini adalah memanfaatkan semaksimal mungkin energi panas matahari sebagai sidekick dari sumber energi utama yaitu yang berasal dari PLN,karena kita tidak mungkin mengandalkan secara penuh sumber energi ini karena iklim yang bersifat tidak pasti.Secara fisik bangunan akan tampak berbeda jika dilihat dari atapnya..ya,karena photovoltic atau sistem pembangkit tenaga surya yang diintegerasikan menyatu dengan hunian ini biasa menempael pada atap-atap bangunan cerdas.Jika pada rumah konvensional atap hanya tersusun dari genteng yang membosankan,sekarang kita dapat berinovasi dengan menutup atap dengan sekumpulan panel-panel surya disepanjang atau sebagian besar atap rumah.Pemasangan panel-panel surya di bagian atap hunian ini,guna mendapatkan akses sinar matahari yang sebesar-besarnya untuk ditangkap dan diubah menjadi tenaga listrik.
Secara garis besar sistem kelistrikan tenaga surya dapat dibagi menjadi :
Sistem Terintegrasi
Sistem ini dapat diterngkan secara visual pada gambar disamping.Seperti yang terlihat seperti pada gambar diatas. Listrik yang dihasilkan oleh array dirubah menjadi listrik AC melalui power conditioner, lalu dialirkan ke AC load.AC load disini dapat berupa listrik yang diperluakan di rumah atau di kantor.Yang menjadi ciri utama dari sistem ini adalah dihubungkannya AC load ke jaringan distribusi listrik yang dimiliki oleh perusahaan listrik.
Jadi apabila listrik yang dihasilkan oleh solar panel cukup banyak atau melebihi yang dibutuhkan oleh AC load maka listrik tersebut dapat dialirkan ke jaringan distribusi yang ada.Sebaliknya jika listrik yang dihasilkan solar panel sedikit kurang dari kebutuhan AC Load, maka kekurangan tersebut dapat diambil dari listrik yang dihasilkan oleh perusahaan listrik. Hal ini banyak diterapkan di negara negara maju yang secara peraturan dan kondisi memang sudah sangat baik
Keterangan gambar :
Untuk itu sumber energi yang berlimpah dan terkadang membuat saya tidak nyaman ketika AC kelas mati ini sangat minim dimanfaatkan oleh penduduk di Indonesia khususnya Surakarta.Kita cuma bisa bergantung kepada pemerintah untuk menyuplai kebutuhan listrik di rumah.Padahal sekarang tersedia teknologi yang dapat memanfatkan "mbahnya" sumber energi ini.Teknologi ini dapat diterapkan sebagai sumber energi baru yang ramah lingkungan
Kalau di rumah kita hanya memanfaatkan sumber energi ini dengan mngeringkan atau menjemur cucian,marilah kita sedikit lebih maju dan cerdas dengan berinovasi untuk dapat memaksimalkan sumber panas yang jatuh di rumah kita.Salah satunya adalah penerapan seperangkat fasilitas penyuplai energi terbarukan di hunian,untuk memenuhi atau setidaknya dapat menghemat tagihan listrik.Kalau di Luar negeri Teknologi inovasi tersebut,saat ini lebih dikenal dengan "Building Integrated Photovoltic" (BIPV),yang sudah sepenuhnya energi berasal dari matahari .
Secara prinsip inovasi ini adalah memanfaatkan semaksimal mungkin energi panas matahari sebagai sidekick dari sumber energi utama yaitu yang berasal dari PLN,karena kita tidak mungkin mengandalkan secara penuh sumber energi ini karena iklim yang bersifat tidak pasti.Secara fisik bangunan akan tampak berbeda jika dilihat dari atapnya..ya,karena photovoltic atau sistem pembangkit tenaga surya yang diintegerasikan menyatu dengan hunian ini biasa menempael pada atap-atap bangunan cerdas.Jika pada rumah konvensional atap hanya tersusun dari genteng yang membosankan,sekarang kita dapat berinovasi dengan menutup atap dengan sekumpulan panel-panel surya disepanjang atau sebagian besar atap rumah.Pemasangan panel-panel surya di bagian atap hunian ini,guna mendapatkan akses sinar matahari yang sebesar-besarnya untuk ditangkap dan diubah menjadi tenaga listrik.

Secara garis besar sistem kelistrikan tenaga surya dapat dibagi menjadi :
Sistem Terintegrasi
Sistem ini dapat diterngkan secara visual pada gambar disamping.Seperti yang terlihat seperti pada gambar diatas. Listrik yang dihasilkan oleh array dirubah menjadi listrik AC melalui power conditioner, lalu dialirkan ke AC load.AC load disini dapat berupa listrik yang diperluakan di rumah atau di kantor.Yang menjadi ciri utama dari sistem ini adalah dihubungkannya AC load ke jaringan distribusi listrik yang dimiliki oleh perusahaan listrik.
Jadi apabila listrik yang dihasilkan oleh solar panel cukup banyak atau melebihi yang dibutuhkan oleh AC load maka listrik tersebut dapat dialirkan ke jaringan distribusi yang ada.Sebaliknya jika listrik yang dihasilkan solar panel sedikit kurang dari kebutuhan AC Load, maka kekurangan tersebut dapat diambil dari listrik yang dihasilkan oleh perusahaan listrik. Hal ini banyak diterapkan di negara negara maju yang secara peraturan dan kondisi memang sudah sangat baik
Keterangan gambar :
- Solar Panel
- Power conditioner
- Alat pendistribusi listrik
- Alat pengukur banyaknya listrik yang akan dijual atau dibeli
Keuntungan dari sistem ini adalah tidak diperlukan lagi battery. Biaya battery dapat dikurangi,selain itu bagi rumah atau kantor yang memasang solar panel mereka akan mendapatkan keuntungan dengan penjualan listrik.Persoalan yang dihadapi sekarang adalah soal teknis.Karena terhubung dengan sistem distribusi dari perusahaan listrik,mka masalah keselamatan menjadi perhatian yang utama.
Tetapi sistem ini sangat menjajikan di masa depan dengan semakin berkurangnya bahan bakar fosil yang tersedia di dalam perut bumi otomatis akan membuat harga semakin tinggi.Sehingga semua orang akan berlomba lomba mencari solusi untuk menutupi kebutuhan energi yang berbanding terbalik dengan ketersediaan bahan bakar fosil.Rumah cerdas dan ramah lingkungan menjadi dambaan bagi semua orang di masa datang
Tetapi sistem ini sangat menjajikan di masa depan dengan semakin berkurangnya bahan bakar fosil yang tersedia di dalam perut bumi otomatis akan membuat harga semakin tinggi.Sehingga semua orang akan berlomba lomba mencari solusi untuk menutupi kebutuhan energi yang berbanding terbalik dengan ketersediaan bahan bakar fosil.Rumah cerdas dan ramah lingkungan menjadi dambaan bagi semua orang di masa datang

kalau di solo bisa beli paket panel surya untuk rumah tangga dimana ya ?
BalasHapus